Naga

Naga
The Little Dragon

Minggu, 29 April 2012

Perkenalkan, Kami ini Muslim.

Assalamu’alaikum warrahmatulahi Wabarakattuh.
Perkenalkan, Kami ini Muslim.
Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah “selamat” atau “tunduk patuh.” Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.
Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.
Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.
Kami ini Muslim.
Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir.
Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.
Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.
Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur’an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.
Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan.
Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman.
Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.
Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata.
Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.
Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.
Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang.
Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.
Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur’an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh.
Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!
Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka.
Kalian bisa membumi-hanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian.
Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.
Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung.
Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami.
Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan: bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.
Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan.
Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.
Suatu saat nanti, kami akan menjadi dominan di dunia dan menjaga semua makhluk Allah. Jika agama non-muslim di dunia tetap ada dan menjadi minoritas, anda tak perlu khawatir. Kami akan selalu menjaga kaum yang minoritas, karena itu adalah ajaran kami.
Walau kami selalu difitnah dan dimusuhi oleh orang-orang pengacau di dunia ini, namun sejak dulu kami selalu mencintai ketentraman dan kedamaian di dunia dan akhirat.
Kami adalah Muslim. Kami akan menang.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sabtu, 28 April 2012

Abdul Raheem Green: Ku Menemukan Tujuan Hidup dalam Islam


REPUBLIKA.CO.ID, ‘’Apa tujuan hidup di dunia ini?’’

Pertanyaan yang terus berkecamuk dalam hati Abdul Raheem Green itu telah mengantarkannya pada sebuah pencarian spiritual. Bagi sebagian orang, manusia hidup untuk menjadi kaya. Namun, Green tahu itu bukanlah jawaban yang sebenarnya.

‘’Benarkah menjadi kaya akan membuat seorang bahagia?’’ tanyanya dalam hati.

Ternyata kekayaan tak berbanding lurus dengan kebahagiaan. Banyak orang kaya di dunia ini, tapi mereka tak merasakan kebahagiaan. Tak mudah bagi Green untuk menemukan jawaban tentang tujuan hidup di dunia ini.

Ia mencari jawaban atas pertanyaannya melalui jalur spiritual. Ia sempat berganti-ganti agama untuk mendapatkan jawabannya. Namun, beberapa agama yang sempat disinggahinya tak mampu memberikan jawaban. Di akhir pencariaannya, ia berkenalan dengan Islam.

Hati Green pun terpikat kepada Islam. Agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu mampu memberinya jawaban atas pertanyaan yang selalu mengusik kehidupannya. Lantas bagaimanakah Islam menjawab pertanyaan seorang pria bernama Green?

Green terlahir dalam sebuah keluarga yang menganut Katholik Roma. Keluarganya sangat patuh terhadap ajaran agama. Ayahnya seorang tentara dan ibunya adalah seorang polisi di salah satu kota di Inggris.

Kedua orangtuanya bersepakat untuk membesarkan buah hatinya dengan agama nilai-nilai agama. Mereka memasukkan Green ke sekolah asrama Katholik. Sekolah asrama itu cukup terkenal di Inggris. Green pun cukup senang belajar di sekolah tersebut.

Selain menimba pelajaran umum, Green dan murid-murid lainnya harus mengikuti pelajaran, agama seperti membaca Alkitab dan sejarah-sejarah Kristen. Awalnya, tidak ada masalah yang berarti bagi Green ketika belajar di sekolah asrama Katholik itu. Semua mulai berubah, ketika ia berpikir tentang Tuhannya, Yesus.

Green berpendapat sosok Tuhan tidak mungkin bisa mati. Ia juga berpikir bagaimana mungkin seorang Tuhan memiliki seorang ibu. “Kalau Tuhan memiliki ibu, maka ibunya adalah Tuhan dari Tuhan,” pikirnya. Hal ini mengganjal terus hingga ia dewasa.

Ia tidak dapat menerima kenyataan itu. Lalu, Green berusaha mencari tahu mengapa Tuhan memiliki seorang ibu. Akan tetapi, ia tidak menemukan jawaban atas pertanyaannya itu. Orang-orang yang ia tanya tidak dapat menjawabnya.

Mereka hanya meminta Green untuk mempercayai dan mendengarkan apa yang diajarkan padanya. Namun, rasa ingin tahunya lebih besar daripada rasa takutnya. Green tidak mau menyerah. ‘’Apabila orang lain tidak dapat menjawabnya, maka aku akan mencari sendiri jawabannya,’’ ujar Green.

Ketika usianya semakin beranjak dewasa, pertanyaan lain muncul dalam hidupnya. ‘’Apakah yang menjadi tujuan dalam hidup ini? Apakah hidup itu hanya seperti memiliki pekerjaan bagus, hidup yang normal dan indah serta uang yang banyak? Apakah kehidupan itu seperti itu? Lalu bagaimana dengan kematian?’’

Ia amat yakin sekali bahwa kehidupan yang dijalaninya tak semata untuk mengumpulkan uang, memiliki keluarga, dan menjalani kehidupan monoton sepertu yang banyak dilakukan orang sekarang. Green meyakini ada sesuatu yang lebih dari itu.

Karena tidak menemukan jawabannya dalam Katolik yang dianutnya sejak lahir, Green mencoba mencarinya dalam agama Buddha. Ia mencari tentang kehidupan di agama Shidarta Gautama itu.

Green mempelajari banyak hal dalam Buddha. Meskipun banyak orang menganggap Buddha bukanlah sebuah agama, ia menemukan banyak nilai-nilai positif di dalamnya. Akan tetapi ia tidak menemukan adanya Tuhan dalam agama tersebut. “Meski begitu, saya tetap mempercayai adanya Tuhan, karena saya tahu Dia ada,” kata Green.

Buddha mengajarkan bahwa hidup itu adalah penderitaan. Manusia harus mencari jalan keluar sendiri untuk melepaskan diri dari penderitaan dan mencapai nirwana. Green merasa hal ini tidaklah sesuai dengan hatinya. Memang, ia menemukan banyak ajaran-ajaran baik dalam Buddha.

Tapi kalau hidup yang penuh penderitaan? Green harus berpikir ulang. Ajaran Buddha tidak lagi membuat perasaannya tenang dan Green tidak menemukan jawaban dari pertanyaan fundamentalnya: ‘’Mengapa manusia ada di bumi?’’

Tak puas dengan apa yang ia dapatkan di ajaran agama lain, Green sempat memutuskan untuk membuat agamanya sendiri. Ia mengombinasikan agama-agama dan filosofi yang ia pelajari selama ini menjadi satu dan membuatnya menjadi ‘agama Green’.

“Dan masa-masa itu menjadi pengalaman spiritual terburuk dalam hidup saya,” kenangnya.

Karena tidak menemukan kebenaran juga, Green mulai berpikir mungkin memang tidak ada agama yang benar di dunia ini. Mungkin semuanya memang seperti ini adanya dan ia harus menerima itu. Barangkali di dunia ini tidak ada jawaban yang dapat membuatnya paham mengenai apa yang harus manusia lakukan di dunia dan apa tujuan manusia dilahirkan.

Sempat ia hampir menerima kenyataan bahwa tujuan dalam hidup ini hanyalah mencari uang dan menumpuk kekayaan. Masalahnya, Green bukanlah kaya dan dia belum cukup kaya untuk mencapai ‘tujuan hidup’ yang ia maksud. Ia harus banyak belajar dari orang-orang yang bisa menghasilkan banyak uang.

Ia mengetahui orang Arab sangatlah kaya karena minyak yang dihasilkannya. “Mereka tinggal mengatakan Allahuakbar, lalu uang muncul di depan mereka. Semudah itu,” kata dia.

Terpikir pula olehnya agama yang dianut orang-orang Arab, yakni Islam. Agama ini belum pernah disentuh Green sebelumnya. Karena penasaran, akhirnya Green mempelajari terlebih dahulu agama yang berasal dari Timur Tengah ini, sebelum ia memutuskan untuk menjadi kaya.

Green membeli sebuah terjemahan Alquran di toko buku dan membacanya. Green membacanya berkali-kali dan menemukan ada yang tidak biasa dalam buku tersebut. Green merasa buku ini tidak ditulis oleh sembarang orang. Dari situ Green mulai mempelajari tentang Islam.

Perlahan-lahan ia mulai menyadari bahwa Islam adalah agama yang menjawab semua pertanyaannya. Islam memberinya pedoman dalam kehidupan dan memberikan cahaya pada setiap jalan yang ia tempuh.

Islam juga menjawab pertanyaan Green mengenai Tuhan. Tuhan adalah satu dan ia tidak memiliki ibu juga tidak mati. Tuhan adalah pencipta seluruh alam dan melalui para nabi Tuhan menyampaikan apa yang perlu manusia lakukan di dunia dan apa yang tidak boleh mereka lakukan.

“Saya menyadari buku ini berasal dari Tuhan. Dia telah memberikan jawaban atas pertanyaan saya selama ini.” Ia juga menemukan jawaban atas tujuan hidup di dunia ini, yakni untuk beribadah dan menyembang Sang Khalik, demi mendapat kehidupan yang abadi di Hari Akhir.

Kini, Green berkhidmat dalam Islam. Ia mempelajari Islam dan menyebarkannya. Dakwah adalah jalan hidupnya.

Jumat, 20 April 2012

Ganjaran Solat Subuh


RASULULLAH SAW bersabda maksudnya:
“Sesiapa yang menunaikan solat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah SWT. Kerana itu, janganlah kamu mencari jaminan Allah SWT dengan sesuatu (selain daripada solat), yang pada waktu kamu mendapatkannya, lebih-lebih lagi ditakuti kamu tergelincir ke dalam api neraka.” (Hadis riwayat Muslim)
Muhammad Abdur Rauf al-Munawi dalam kitabnya at-Ta’arif menegaskan, as-Subhu atau as-Sabah adalah permulaan siang hari, iaitu ketika ufuk berwarna merah jingga di langit tertutup oleh tabir matahari. Adapun solat Subuh ibadat yang dilaksanakan ketika fajar siddiq dan berakhir pada waktu matahari terbit.

Solat Subuh memiliki banyak daya tarikan kerana kedudukannya dalam Islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak hadis mendorong untuk melaksanakan solat Subuh serta menyanjung mereka yang menjaga dan mengerjakannya.
Rasulullah SAW mengetahui waktu Subuh adalah waktu yang sangat sulit dan payah untuk bangun dari tidur. Seorang Muslim bila dibiarkan begitu saja (tertidur), akan memilih untuk merehatkan dirinya sampai terjaga hingga terbit matahari dan meninggalkan solat Subuh, atau ‘Subuh gajah’, iaitu dikerjakan solat Subuh tidak pada waktunya yang betul.
Rasulullah SAW mengkhususkan solat subuh dengan beberapa keistimewaan tunggal dan sifat tertentu yang tidak ada pada solat lain. Banyak keutamaan dan kelebihan yang didapati di waktu subuh.
Salah satu keutamaannya adalah Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan solat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Ya Allah, berkatilah umatku selama mereka suka bangun subuh (iaitu mengerjakannya).” (Hadis riwayat Termizi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah)
Jika Rasulullah SAW yang berdoa, maka tidak ada hijab di antara Baginda dengan Allah SWT kerana Baginda sendiri adalah orang yang secara jasadiyah paling dekat dengan Allah SWT.
Waktu Subuh adalah waktu yang paling baik untuk mendapatkan rahmat dan keredaan Allah SWT. Allah SWT berfirman maksudnya:
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keredaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling daripada mereka kerana mengharapkan perhiasan duniawi, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya sudah Kami lalaikan daripada mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.” (Surah al-Kahfi, ayat 28)
Keutamaan solat Subuh diberikan ganjaran pahala melebihi keindahan dunia dan seisinya, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam at-Termizi:
“Dari Aisyah telah bersabda Rasulullah SAW, dua rakaat solat Fajar pahalanya lebih indah daripada dunia dan seisinya.”
Begitulah keistimewaan solat Subuh. Apakah yang menghalang kita untuk menyingkap selimut dan mengakhiri tidur untuk melakukan solat Subuh? Bukankah solat Subuh menjadi bahagian yang begitu besar kemuliaannya dibandingkan dunia dan seisinya?
Diriwayatkan Muslim daripada Usman bin Affan berkata, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:
“Barang siapa yang solat Isyak berjemaah maka seolah-olah dia telah solat setengah malam, barang siapa solat Subuh berjemaah, maka seolah-olah dia telah melaksanakan solat malam satu malam penuh.” (Hadis riwayat Muslim)
Solat Subuh adalah sumber daripada segala cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan digulung, ibadat yang akan menerangi pelakunya.
Diriwayatkan daripada Abu Musa al-Asyaari, dia berkata Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:
“Barang siapa yang solat dua waktu yang dingin, maka akan masuk syurga.” (Hadis riwayat Bukhari)
Dua waktu yang dingin itu adalah solat Subuh dan Asar.
Mereka yang menjaga solat Subuh dan Asar dijanjikan kelak di syurga akan melihat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Baginda berkata,
“Sungguh kamu akan melihat Rabb (Allah), sebagaimana kamu melihat bulan yang tidak terhalang dalam memandangnya. Apabila kamu mampu, janganlah kamu menyerah dalam melakukan solat sebelum terbit matahari dan solat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW memberi janji, apabila solat Subuh dikerjakan, maka Allah akan melindungi siapa saja yang mengerjakannya seharian penuh. Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:
“Barang siapa yang menunaikan solat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka janganlah cuba-cuba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barang siapa yang membunuh orang yang menunaikan solat Subuh, Allah SWT akan menuntutnya, sehingga Allah SWT akan membenamkan mukanya ke dalam neraka.” (Hadis riwayat Muslim, at-Termizi dan Ibn Majah)
Semoga kita tetap menjaga dan memelihara solat Subuh seperti dijanjikan Allah. Bergegas bangun tidur apabila terdengar laungan azan berkumandang untuk segera mengerjakan solat Subuh.

Fadhilat Surah Al-Kahfi


Soalan :
Adakah kelebihan membaca surah Al-Kahfi pada hari jumat ? :




Jawapan :
Al-Qur`an adalah kitab suci umat islam yang memiliki kelebihan dari seluruh kitab-kitab yang lain sebelumnya, membaca Al-Qur`an diniliai suatu ibadah yang besar walaupun orang tersebut tidak memahaminya, diantara surah-surah yang memiliki kelebihan dan keistimewaan dalam membacanya adalah surah Al-Kahfi, demikian juga surah Al-Kahfi memiliki kelebihan dan keistimewaan jika dibaca pada hari Jumaat.
Surah Al-Kahfi adalah surah Al-Makkiyah yang memiliki seratus sepuluh ayat, begitu banyak hadits-hadits yang telah menceritakan kelebihan surah ini, sebahagian hadits yang datang dari Rasulullah SAW adalah apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab Shahihnya :
Ertinya : Seorang lelaki sedang membaca Surah Al-Kahfi, di sisinya seekor kuda yang terikat dengan dua tali, maka awanpun datang menyelubungi, mendekat dan menghampiri, sehingga kuda lari terkejut, manakala dipagi hari beliau mendatangi Nabi SAW, dan menceritakan kejadian tersebut, maka bersabda Nabi : Itu adalah ketenangan yang turun disebabkan bacaan Al-Qur`an, ( H.R Bukhari, kitab Fadha`il Al-Qur`an, bab Fadhli Al-Kahfi, halaman : 898)
Ertinya : Rasulullah bersabda: Barang siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum`at, Mkan Allah akan meneranginya dengan cahaya dari jum`at yang dia baca kepada jum`at yang brikutnya. ( H.R Baihaqi)
Ertinya : Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum`at, maka Allah akan meneranginya dengan cahaya diantara dua kali jum`at. ( H.R Hakim didalam Mustadrak)
Ertinya : Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum`at, maka Allah akan meneranginya dengan cahaya diantaranya dan Bait `Atiq.
Ini sebahagian hadits yang menceritakan tentang kelebihan membaca surah Al-Kahfi.
Marilah bersama-sama menghidupkan salah satu sunnahRasulullah SAW ini.

Fadhilat Wudhu’

  • 0digg

  • 5253
     
    Share

Assalamualaikum wbt..
Wudhu’?? Rasanya ramai antara kita yang memang sudah mahir dan pakar dalam bab ni memandangkan kita memang sudah di ajar dari kecil mengenai perkara ini. Tetapi suka untuk dikongsi bersama sebagai satu peringatan. Mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi kita pelajar oversea untuk ke kelas dalam keadaan berwudhu supaya jimat masa dan senang untuk solat terutamanya bila waktu solat sangat singkat. Tidaklah salah untuk mengekalkan wudhu yang masih ada tetapi alangkah elok kalau kita membiasakan diri untuk berwudhu setiap kali hendak solat walaupun belum batal kerana itu adalah yang tebaik. Mungkin ada pengecualian pada tempat-tempat tertentu yang susah untuk berwudhu ataupun sewaktu kita sedang bermusafir. Lagi satu, mungkin juga kita cenderung untuk memelihara wudhu disebabkan keadaan sekarang yang sangat sejuk dan nak sentuh air untuk berwudhu pun macam agak susah. Dan saya teringat kata-kata seorang kawan, dia kata kita sepatutnya bersyukur kerana kita telah diberi kelebihan oleh Allah untuk hidup di bumi Ireland yang sejuk ni. Mungkin dengan usaha kita yang ikhlas untuk berwudhu dan usaha utntuk melawan perasaan malas itu mendapat ganjaran yang besar di sisiNya, insyaAllah.


 
Saya pernah dengar bahawa setiap kali kita berwudhu akan gugur dosa-dosa kecil. Jadi, sama-samalah kita fikirkan. Tidakkah kita mahu dosa kita di hapuskan dengan hanya mengambil wudhu yang sempurna. Sesungguhnya wudhu yang sempurna bukan hanya menjamin solat diterima tetapi juga boleh menghapuskan doa-dosa selagi tidak melakukan syirik.
Rasulullah saw bersabda :
“Dari Abu Hurairah berkata: telah bersabda Rasulullah saw: Apabila seseorang hamba muslim atau mukmin berwuduk maka setelah ia membasuh wajahnya, keluarlah dari wajahnya segala dosa yang telah dilihat oleh kedua matanya melalui air atau bersama titisan air yang terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya keluarlah dari kedua tangannya bersama air atau titisan air yang terakhir. Sewaktu ia membasuh kakinya setiap dosa yang dilangkah oleh kedua kakinya bersama air atau bersama air terakhir sehinggalah setelah ia selesai berwuduk ia bersih dari dosa-dosanya.” (Hadis Riwayat Muslim)
Selain daripada itu, antara fadhilat lain wuduk ialah mengangkat darjat manusia.
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
“Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: Sukakah kamu semua sekiranya aku tunjukkan kepada kalian akan amalan yang dapat menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat beberapa darjat kalian? Mereka menjawab: Ya, wahai Rasulullah. Maka Baginda saw pun bersabda: Iaitu (antaranya) menyempurnakan wudhu walaupun dalam keadaan yang tidak disenangi (seperti kesejukan dan sebagainya).” (Hadis riwayat Muslim)
Seterusnya, wudhu dapat memberi cahaya di akhirat.
“Sesungguhnya umatku dipanggil pada Hari Kiamat dalam keadaan bercahaya wajah-wajah, tangan-tangan & kaki-kaki mereka kerana bekas wudhu.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Pernahkah kita dengar bahawa wudhu dapat membuka ikatan syaitan? Ya, Rasulullah ada bersabda bahawa ikatan syaitan pada manusia akan terlerai dengan wudhu.
“Dari Abu Hurairah, beliau meriwayatkan dari Rasulullah saw, bahawa syaitan mengikut manusia ketika tidur di malam hari, dengan tiga ikatan. Kemudian Rasulullah saw memberitahu cara untuk merungkai ikatan tersebut, dalam sabda Baginda saw: Sekiranya dia (manusia) bangun (dari tidurnya), dan mengingati Allah, bebaslah satu ikatan. Sekiranya dia berwudhu pula, bebaslah satu ikatan lagi, dan sekiranya dia bersolat, bebaslah satu ikatan lagi. Maka dia akan menjadi segar dan baik dirinya. Sekiranya dia tidak melakukannya (berzikir, wudhu, dan bersolat), maka dia akan menjadi buruk dan pemalas.” (Hadis riwayat Al-Bukhari)
Subhanallah, betapa besar dan istimewanya ganjaran berwudhu. Tak susahkan?? Sesungguhnya islam itu sangat mudah. Jadi, saya ingin menyeru kepada semua dan diri sendiri juga untuk rajin-rajinkalah diri kita untuk berwudhu. Basahkanlah anggota badan kita dengan wudhu. InsyaAllah segala usaha kita untuk berwudhu dan menyucikan diri mendapat ganjaran yg besar daripada Allah.
Firman Allah:
“…Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang bersih” (Al-baqarah : 222)
Sekadar ini sahaja perkongsian untuk kali ini. Semoga kita dapat mengamalkannya.

15 Fakta Tentang Bruce Lee yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui

blog-apa-aja.blogspot.com

1. Bruce Lee memiliki cacat bawaan: kaki yang panjang sebelah dan testis yang besar sebelah.


2. Bruce Lee sebenarnya pake kacamata yg cukup tebal, dan dia menggunakan soft lens. Ternyata di Amerika soft lens udah ada dari jaman dahulu.


3. Bruce Lee bukan 100% Chinese, ibunya Grace Lee adalah blasteran chinese & german, jadi bisa dikatakan Bruce Lee memiliki 1/4 darah Jerman.


blog-apa-aja.blogspot.com


4. Bruce Lee pertama kali tampil dalam film pada umur 3 bulan. Ia dibawa ayahnya, seorang yg cukup terkenal dalam Chinese Opera untuk tampil pada film pertamanya.


5. Dalam suatu lelang, sebuah surat tulisan tangan Bruce Lee untuk memotivasi dirinya sendiri dgn judul "My Definite Chief Aim" terjual seharga US$29,500.


6. Kecepatan pukulan Bruce Lee adalah 1/500 detik dari jarak sekitar 1 meter ke targetnya.


7. Bruce Lee seorang yang sangat kuat untuk ukurannya, dia dapat melakukan pull up 50 kali dgn satu tangan. Bolo Yeung (aka Chong Li) yang segitu gede tidak pernah menang panco lawan Bruce Lee.


blog-apa-aja.blogspot.com


8. Bruce Lee dapat melakukan push up dgn satu tangan hanya dgn 2 jari (telunjuk dan jempol) dan terkadang dengan dua tangan, namun hanya menggunakan jempol saja.


blog-apa-aja.blogspot.com


9. Bruce Lee mempopulerkan teknik 'one inch punch' yaitu tinju dari jarak 1 inci, dan pada satu turnamen karate, dia mempraktekannya pada seorang juara judo asal Jepang yang memiliki berat sekitar 100 kg. Di sini terlihat pejudo itu ditinju dari jarak 1 inci sampai terangkat kedua kakinya dari lantai.


blog-apa-aja.blogspot.com


10. Pada umur 13 tahun Bruce Lee berguru pada Yip Man untuk belajar Wing Chun karena pada waktu itu ia ikut geng dan sering berantem dengan geng lain. Ia berpikir kalau teman-teman gengnya sedang tidak bersamanya, bagaimana jika ia diserang ramai-ramai.


11. Ada tiga murid Bruce Lee yg pernah memenangkan World Karate Champion: Chuck Norris, Joe Lewis dan Mike Stone.


12. Di Amerika Bruce Lee mengajarkan kung fu kepada semua ras dengan tidak pilih-pilih, dan karena itu dia ditantang oleh perguruan kung fu lain dengan tuduhan membocorkan rahasia Chinese Martial Art kepada ras lain.


Bruce Lee menerima tantangan itu dan menghajar wakil dari perguruan tersebut dalam waktu 3 menit. Bruce Lee kecewa, menurut dia perkelahian haruslah berlangsung lebih lama lagi. Dari sini dia mulai berlatih lebih keras lagi, dan menemukan konsep "Jeet Kune Do".


13. Film Dragon The Bruce Lee Story yang diperankan Jason Scott Lee adalah film yang sangat tidak akurat dalam menggambarkan cerita nyata Bruce Lee. Di film itu Bruce Lee ditendang punggungnya, menjadi lumpuh dan harus duduk di kursi roda.


Dalam kejadian nyata, cedera Bruce Lee disebabkan karena ia berlatih dengan beban yang terlalu berat dan menyebabkan cedera tulang belakang, dan sebenarnya dia tidak pernah duduk di kursi roda.


blog-apa-aja.blogspot.com


14. Dalam istirahat dari cedera tulang belakangnya Bruce Lee selama 6 bulan, terciptalah buku "Tao of Jeet Kune Do" yang menjadi best seller.


blog-apa-aja.blogspot.com


15. Beberapa waktu sebelum kematian Bruce Lee, pa qua (sejenis jimat yang dipercaya dapat menangkal evil spirits) pada rumah Bruce Lee jatuh tertiup angin.

Kelebihan Ayat Kursi


Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya.”
  1. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar.”
  2. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad.”
  3. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan.”
  4. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki rumah.”
  5. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.”
  6. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, insya Allah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar.”
  7. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Jika anda berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.”
  8. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.”
  9. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sembahyang yang lain.”
  10. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya.”
  11. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap sembahyang Fardhu, Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur, perbuatan-perbuatan orang yang benar, pahala Nabi-nabi, juga Allah melimpahkan padanya rahmat.”
  12. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.”
  13. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wa jalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.”
  14. Rasullullah SAW bersabda bermaksud: “Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya.”

Doa Senjata Ghaib Orang Mukmin

DOA ialah permohonan atau pengucapan seorang hamba dilakukan secara langsung dengan Allah SWT dan setiap rintihan yang dimohon akan didengar Allah. Allah SWT tidak suka kepada umatnya yang tidak pernah memanjatkan doa kepada-Nya.
Firman Allah SWT yang bermaksud:

“Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan perasaan bimbang dan penuh pengharapan. Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang yang berbuat baik.” (Surah al-A’raaf, ayat 55-56)
“Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan perasaan bimbang dan penuh pengharapan. Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang yang berbuat baik.” (Surah al-A’raaf, ayat 55-56)
Ketika menjelaskan perkara sama, Salman al-Farisi meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud:
“Tidak ada yang dapat mengubah takdir selain doa, dan tidak ada yang dapat memanjangkan umur melainkan memperbanyakkan amal kebajikan.” (Hadis riwayat Tirmizi)
Berdasarkan peringatan Rasulullah SAW ini, pengaruh doa itu amat hebat sehingga mampu mengubah takdir Allah dan alangkah hebatnya pengaruh amal kebajikan kerana ia dapat memanjangkan umur seseorang.
Pada saat manusia tidak dapat lagi berbuat apa-apa, selepas habis daya usaha dan tiada sesiapa lagi yang mampu memberi bantuan diperlukan, ketika itu manusia akan sedar sesungguhnya kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan daripada Allah SWT.
Ada kala timbul pertanyaan, kita sering berdoa tetapi diyakini doa kita tidak dimakbul Allah SWT? Seorang sahabat iaitu Saad Abi Waqas pernah meminta Rasulullah SAW memberinya panduan untuk mendapat doa yang makbul.
Menurut Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai Sa’ad, makanlah makanan yang baik (lagi halal) tentu engkau menjadi orang yang makbul doanya. Sesungguhnya seorang yang pernah memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak akan dikabulkan doanya selama 40 hari. Sesiapa saja yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram maka nerakalah layak untuknya.” (Hadis riwayat Thabrani)
Besarnya peranan doa dalam kehidupan umat Islam, maka Islam meletakkan doa sebagai sebahagian daripada ibadah. Permohonan doa hendaklah mematuhi adab tertentu antaranya suci daripada hadas, menghadap kiblat dan dimulai dengan bacaan al-Fatihah, pujian kepada Allah serta selawat
Doa adalah senjata ghaib umat Islam untuk memohon pertolongan Allah. Ada tiga golongan yang doa mereka diterima Allah bersandarkan kepada hadis Qudsi disampaikan oleh Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga golongan yang tidak pernah ditolak doa mereka iaitu pertama, doa orang berpuasa; kedua, doa pemerintah adil; dan ketiga, doa orang dizalimi, di mana doa mereka terbuka luas dan Allah memberi jaminan doa mereka pasti dipenuhi.” (Hadis riwayat Tirmizi)
Sesungguhnya doa orang yang dizalimi dan teraniaya adalah mustajab. Apalagi jika mereka itu orang yang lemah, tiada kuasa dan orang tua. Semakin lemah mereka, maka semakin besar dan cepat pula pertolongan Allah datang membantu.
Mereka yang melakukan kezaliman, fitnah dan penganiayaan kepada manusia tidak akan terlepas begitu saja.
Firman Allah yang bermaksud:
“Sesiapa yang mengerjakan amal salih maka faedahnya akan terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa yang berbuat kejahatan maka bahayanya akan menimpa dirinya sendiri; dan Tuhanmu tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-Nya.” (Surah Fussilat, ayat 46)

Seorang Suami Bernama Muhammad


Jika ingin membina dunia yang lebih aman, kembalilah ke rumah masing-masing dan sayangi keluarga kita. Insya-Allah, apabila keluarga telah aman, masyarakat akan aman. Apabila masyarakat aman, negeri dan seterusnya negara akan aman. Dan apabila negara-negara telah aman, seluruh dunia akan aman. Oleh itu, apabila dunia semakin bergolak pada saat ini, percayalah itu semua berpunca daripada pergolakan rumah tangga. Ribut dalam cawan rumah tangga boleh mencetuskan badai di seantero dunia.
Perkara yang pertama dan utama dalam hidup seorang lelaki bernama suami adalah keluarga. Tidak ada gunanya dia berjaya di peringkat yang tinggi dan dalam bidang apa sahaja… sekiranya rumah tangganya sendiri berantakan. Justeru, Allah telah awal-awal lagi mengingatkan melalui firmanNya yang bermaksu, selamatkanlah dirimu dan keluargamu daripada api neraka!



 
Setiap lelaki pasti ditanya tentang kepimpinanya. Dan kepimpinan yang pertama akan dipersoalkan di Hari Akhirat nanti, bukan kepimpinan masyarakat, organisasi, jabatan, kabinet atau negaranya… tetapi kepimpinan dalam keluarganya. Seorang wanita mudah masuk ke dalam syurga walaupun tanpa suami bersamanya, tetapi seorang lelaki sangat sukar masuk ke syurga tanpa isterinya. Seorang suami hanya layak ke syurga apabila semua yang berkaitan isteri dan anggota keluarganya sudah dipersoalkan.
Oleh kerana itu tertib dalam usaha membina kehidupan yang baik dimulakan dengan membaiki diri, kemudian membaiki rumah tangga dan seterusnya pancarkanlah sinar dalam rumah tangga itu ke tengah masyarakat. Bukankah sinar Islam itu pun bermula dari rumah Rasulullah saw? Nur wahyu dari gua Hira’ terpancar ke dalam diri Rasulullah, kemudian menyinari jiwa Khadijah dan kemudian dari situlah… bermulanya cahaya Islam ke dalam masyarakat Arab di Makkah, seterusnya merebak ke Madinah dan akhirnya tersebar ke seluruh semesta.
Justeru, sebelum kita mencari pengiktirafan sebagai pengurus, pengarah, CEO, menteri, perdana menteri, Presiden, raja dan sultan yang berjaya, carilah dahulu pengiktirafan dari dalam rumah tangga sendiri. Jadilah suami yang berjaya. Tegasnya, kita belum benar-benar diiktiraf sebagai seorang yang baik sekiranya belum menjadi suami yang baik. Sekiranya kita bertanya siapakah orang yang paling baik? Dengarlah jawapan dari Rasulullah saw ini: “Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Dan aku adalah orang yang paling baik diantara kamu terhadap keluargaku.”
Mari sejenak kita layangkan fikiran dan terbangkan rasa menjelajah rumah tangga Rasulullah. Kita saksikan bagaimana manusia agung ini berjuang dalam gelanggang yang paling kecil tetapi sangat besar pengaruhnya kepada pembinaan ummah. Ya, bagaimana sikap, cakap dan diam baginda sebagai seorang suami. Semoga kita tidak hanya mengumpul riwayat dan hikayat, tetapi benar-benar menghayati makna sirah yang tersurat dan tersirat.
Adakalanya baginda pulang ke rumah lewat malam malah menjelang dinihari. Kerja dakwah dan memimpn masyarakat acapkali menyebabkan baginda berenggang dengan isteri. Sejarah menceritakan bagaimana baginda tidak akan mengetuk pintu rumah untuk mengejutkan isteri yang sedang nyenyak tidur. Bahkan dibentangkannya sahaja kain ridaknya lalu dijadikan lapik untuk baginda tidur di muka pintu.
Apabila baginda bertanya kepada isterinya apakah pada hari itu ada makanan untuk dimasak dan apabila isterinya menjawab tidak ada… baginda akan tersenyum lalu memutuskan pada hari itu baginda akan berpuasa. Tenang dan indah sekali. Pada hari ada rezki untuk dimakan, baginda syukur. Apabila tidak ada, baginda sabar.
Sejarah menceritakan juga bagaimana baginda sendiri menjahit bajunya yang koyak dan menampal kasutnya yang bocor. Walaupun dia insan yang paling agung dan mulia, tetapi sentiasa sedia turun ke bawah membuat kerja-kerja yang dianggap remeh dan kecil oleh lelaki-lelaki lain yang kononnya lebih hebat dan unggul. Mereka terlupa bahawa pemimpin yang hebat ialah mereka yang rela membuat kerja-kerja kecil tetapi dengan jiwa yang besar. Dan Rasulullah telah membuktikan hakikat itu!
Bayangkan baginda yang sering menangis, bimbang dan takut akan nasib umatnya di akhirat tetapi masih punya masa untuk bergurau senda dengan isteri-isterinya. Bukan sekali baginda berlumba lari dengan iserinya hinggakan Aisyah berkata, “adakalanya baginda menang, adakalanya aku menang.” Sikap baginda yang romantik itu merupakan sesuatu yang masih sangat baru di kalangan umat Arab, kerana baru beberapa tahun sebelumnya wanita dianggap warga kelas dua sehingga bayi perempuan pun biasa ditanam hidup-hidup.
Sikap ‘gentleman’ dan romantik baginda bukan sahaja pada Aisyah yang jelita tetapi juga pada Saudah, seorang janda yang telah dinikahi oleh baginda ketika telah berusia. Oleh kerana Saudah telah tua dan kurang berdaya dan badannya yang besar, baginda sering melipatkan lututnya untuk dipijak oleh Saudah apabila isterinya hendak menaiki unta. Sebagai perbandingan, ramai daripada para suami kini yang membuka pintu kereta untuk isterinya?
Sekiranya terbayang juga kebimbangan pada raut wajahnya ketika masuk ke rumah isterinya, baginda akan menjawab jika isterinya bertanya kenapa? Ketika peristiwa perjanjian Hudaibiyah dimetrai dan para saabat begitu sedih sehinggakan tidak sedar akan perintah Rasulullah supaya bercukur dan menyembelih binatang, Ummu Salamah mendengar kebimbangan baginda itu lalu mencadangkan agar Rasulullah saw dahulu yang bercukur dan menyembelih korban…
Mata baginda bersinar atas cadangan dan pandangan isterinya lantas keluar semula lalu bercukur dan menyembelih kambing tanpa berkata sepatah pun kepada sahabat-sahabatnya. Baginda ‘bercakap’ dengan sikap seperti yang dicadangkan oleh Ummu Salamah. Dan melihat perbuatan baginda itu, para sahabat tersentak, tersedar lalu turut bercukur dan menyembelih binatang.
Bayangkan betapa besarnya jiwa baginda tetapi masih sudi mendengar cadangan daripada para isterinya. Jika benar dan betul, baginda akan menerimanya tanpa rasa malu dan ego. Tetapi jika batil dan salah, baginda tidak akan mengalah atau berundur walaupun selangkah.
Pernah baginda dihadiahkan seekor kambing untuk dimakan bersama keluarga. Baginda meminta Aisyah agar memberikan daging-daging kambing kepada orang yang lebih memerlukan. Aisyah dengan segera menunaikan perintah baginda… cuma ditinggalkan sedikit yakni bahagian kaki untuk Rasulullah saw. Ya, Rasulullullah gemar memakan kambing terutama bahagian kakinya dan itulah yang dititip oleh Aisyah untuk suaminya tersayang.
Apabila tiba waktu makan, Rasulullah bertanya apakah daging-daging kambing itu telah diberikan kepada fakir miskin? Lantas Aisyah menjawab sudah kecuali bahagian kaki yang dimasak untuk baginda. Baginda tersenyum gembira, namun masih sempat mengingatkan isterinya dengan kenyataan yang penuh tarbiah dan hikmah, bahawa semua bahagian kambing itu menjadi hak mereka di akhirat kecuali bahagian kaki itu!
Di rumah baginda sentiasa tersenyum, ceria dan menolong kerja-kerja rumah. Hanya apabila azan bergema baginda akan berhenti dan serta merta menuju masjid seolah-olah tidak mengenal isterinya lagi. Jangan terkejut jika diberitakan adakalanya baginda akan mandi bersama dengan isterinya dan menceduk air dari bekas yang sama. Bukan berlakon-lakon, jauh sekali mengada-mengada, tetapi itulah realiti peribadi Rasulullah, insan paling kasih, paling sayang, yang segala perbuatannya lahir dari hati nurani yang paling murni. Sifat romantiknya lahir dari hati.
Banyak kali baginda mengingatkan, agar suami berlaku baik kepada wanita dan digalakkan bergurau senda dan bermain-main dengan isteri. Baginda bersabda:” bermain-main itu boleh dalam tiga hal. Ketika melatih kudamu, memanah dan bercanda dengan isterimu.” Biasa baginda mencium isterinya, ketika hendak berpergian jauh ataupun dekat, lama atau sekejap. Ciuman yang bukan hanya apabila nafsu bergolak, tetapi ciuman cinta yang lahir dari hati yang penuh kasih, kasihan dan sayang.
Baginda adalah suami yang ‘sporting’. Suatu ketika pada suatu Hari Raya, Sayidina Abu Bakar masuk ke rumah Aisyah di mana pada ketika itu ada dua orang perempuan sedang menari dan memukul gendang, sedangkan nabi menutup dirinya dengan baju (tidak melihat), maka Abu Bakar yang melihat keadaaan itu membentak kedua wanita tersebut, lalu Rasulullah menampakkan wajahnya seraya berkata, “hai Abu Bakar, biarkanlah mereka, sekarang adalah Hari Raya.”
Baginda minum daripada gelas yang sama dengan isterinya. Bahkan baginda mencecahkan bibirnya pada tempat di mana betul-betul bibir isterinya minum. Bahkan pada saat-saat akhir pemergiannya pun baginda meminta Siti Aisyah melembutkan kayu sugi dengan menggigitnya dan kemudian baginda minta disugikan dengan kayu sugi tersebut. Hinggakan kerana itu Aisyah menyatakan air liurnya dan air liur baginda bertemu sehingga saat akhir menuju kewafatannya.
Apabila baginda berada di bulan Ramadan, sentiasa baginda akan bangun pada waktu dinihari untuk solat dan munajat. Demi kasih sayang terhadap isteri, baginda akan mengejutkan mereka untuk sama-sama memburu kecintaan Allah. Tidak digerakkan isterinya dengan gerakan yang kasar ataupun lengkingan suara yang tinggi, tetapi cuma disentuh dengan penuh kasih sayang dan dibelai dengan kata-kata bujukan.
Jika kita ingin menjadi suami… contohilah seorang suami yang bergelar Rasulullah – utusan Allah yang membuktikan kepada kita bahawa perkahwinan itu bukan hanya soal hidup bersama tetapi ‘cinta bersama’ buat selama-lamanya.
Masyhurlah kemudiannya kata-kata “marriage is loving-together, not just living together” namun Nabi Muhammadlah suami yang membuktikan hakikat itu dalam kehidupan berumahtangganya lebih 1400 tahun yang lalu. Teladanilah seorang suami bernama Muhammad s.a.w.

Rebutlah Pangkat Isteri Solehah

Allah SWT Maha Pemurah dan Penyayang ke atas hamba-hambanya. Bagi kaum wanita ada 4 tiket untuk mereka masuk ke syurga, iaitu apabila mereka berjaya menjaga sembahyang fardhu, puasanya di bulan Ramadhan, ketaaatan kepada suami dan kehormatannya. Melalui empat perkara ini juga menyebabkan seseorang wanita itu boleh mencapai taraf solehah dan bertaqwa.
Begitu Penyayangnya Allah kepada insan yang bergelar wanita. Tetapi cuba kita renungkan kembali sejauh manakah kita telah berjaya meraih keempat-empat perkara ini dengan sebaik-baiknya. Sembahyang fardhu kebanyakannya tidak khusyuk.


   Semasa bersembahyang sahaja aurat ditutup tetapi selepas itu kita kembali dengan pakaian yang mendedahkan aurat. Puasa kita sekadar menahan lapar dan dahaga tetapi mulut masih mengumpat. Ketaatan kepada suami dibuat sambil lewa malah suami kadangkala dijadikan seperti lembu yang diikat hidungnya dengan tali (disuruh membuat itu dan ini). Ada yang menjadi pelacur dan menjual maruahnya untuk mendapatkan wang.
Sepatutnya kita kena banyak menangisi diri yang gagal menunaikan amanah Allah itu. Rasulullah selepas di Isyrak Mikrajkan, baginda tidak henti-henti menangis kerana terlalu amat sedih dan sentiasa berdoa kepada Allah swt supaya kaum wanita dan umat-umat yang disayanginya diselamatkan dari azab api neraka. Bayangkanlah, baginda saksikan bahawa di dalam neraka itu 75% adalah terdiri dari kaum Hawa. Badan-badan kita akan disambar oleh api neraka dan terbakar rentung dan akan diperbaharui lagi daging-daging tubuh lalu dibakar lagi hingga mengikut sebanyak mana dosa yang telah kita lakukan itu. Beruntunglah bagi mereka-mereka yang beramal soleh. Wanita-wanita yang solehah akan disambut oleh ‘wildan-wildan’nya (suami) diiringi dan serta diperelokkan kedudukannya di dalam syurga.
Bila diceritakan mengenai peribadi wanita bertaqwa dan solehah pastilah mereka-mereka ini mendapat pendidikan agama yang secukupnya. Bila ilmu telah dipelajari lantas terus diamalkannya. Maka jadilah mereka insan-insan yang terdidik untuk mentaati segala perintah Allah dan menjauhkan segala larangannya. Orang-orang yang banyak menangis kerana takutkan neraka Allah. Orang-orang yang sanggup berkorban apa saja demi kepentingan hari akhirat. Orang-orang yang sanggup hidup susah dengan berbagai ujian dan rintangan; tidak putus asa serta selalu ingat mati demi rindunya mereka untuk melihat wajah Allah swt dan Rasulullah.
Rebutlah pangkat wanita solehah yang bertaqwa kerana ianya tidak dapat dijual beli dengan dunia ini. Malahan tarafnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan apa jua pangkat nilaian di dunia ini. Semua kemegahan-kemegahan dunia ini tidak kekal lama dan biasanya kalau seseorang itu telah pencen ia akan kesepian dan dilupakan.
Seorang isteri yang solehah, dia akan melayani suaminya begitu baik sekali sebab itu merupakan tuntutan yang telah diwajibkan ke atasnya untuk dilaksanakan setelah diikat dengan ikatan ijab dan kabul. Inilah perbezaannya taraf seorang isteri dengan seorang pelacur di mana dia juga memberikan layanan yang baik kepada pelanggannya.
Tetapi layanannya itu atas dasar untuk mendapatkan wang. Manakala seorang isteri yang solehah setiap perkara yang dilakukan semata-mata untuk mentaati Allah, demi untuk mendapat keredhaan-Nya.
Bila suami berhajat, hendaklah segera mendapatkannya dan tinggalkan kerja-kerja yang sedang dilakukan. Hiasilah diri dengan pakaian yang menarik, bersolek dan memakai bau-bauan. Jangan bimbangkan anak-anak yang menangis ketika itu kerana para malaikat sentiasa menjaga mereka sehingga kita selesai menunaikan amanah Allah terhadap suami kita dan mereka mendoakan semoga kita dikurniakan zuriat yang soleh dan solehah. Generasi yang bakal mengamankan dunia!
Ramai juga kaum wanita hari ini berjaya melayani suaminya dengan baik tapi bila saja suami sebut hendak kahwin seorang lagi dia mula tarik muka empat belas, hempas itu, hempas ini malah boleh jadi perang besar. inilah yang dinamakan cinta nafsu. Dia mahu dia seorang sahaja menguasai kasih sayang suami. Padanya bermadu itu suatu yang hina dan tidak mengapa kalau si suami memiliki perempuan simpanan walau sebanyak manapun.
Seorang isteri yang bertaqwa, dia tidak peduli samada hidupnya terpaksa bermadu dua, tiga atau empat sekalipun sebab itu bukan urusannya malah sebuah ketentuan dari Tuhan untuk menguji sejauh mana keikhlasannya melayani suami. Dia tidak akan ambil kisah sekiranya suaminya mengecilkan hatinya malah di hati kecilnya akan sering berkata, “Ini tugas aku dengan Allah, aku mesti laksanakan”. Akhirnya tidak timbul perkelahian bila bermadu bila setiap isteri telah faham dengan kedudukannya.
Hanya isteri solehah saja yang gembira bila dimadukan sebab suaminya telah menyelamatkan seorang lagi hamba Allah bila dikahwinkan. Bila seseorang itu telah berkahwin, InsyaAllah sembahyangnya akan lebih khusyuk kerana sebagagian dari agamanya telah diselamatkan. Di samping itu berkahwin juga boleh melembutkan hati dan menenangkan fikiran.
Untuk mencapai makam isteri yang solehah dan bertaqwa bukanlah semudah yang diucapkan. Kita mesti berusaha untuk mengikis sebanyak mungkin mazmumah yang terdapat dalam diri dan selalu berharap kepada Allah supaya dimasukkan sifat-sifat mahmudah dan dibantu ketika sedang bermujahadah di dalam menghadapi berbagai ujian.
Pecahkan hati dengan banyak menangis, bukan menangis kerana sayangkan harta dunia, takut dimadu dan sebagainya tetapi menangislah kerana takutkan azab Allah yang sangat pedih dan selalulah berindu-rindu untuk melihat wajah Allah. Sesiapa yang merindui Allah, Allah juga akan merinduinya dan Rasullah akan memberi syafaat kepada sesiapa yang merinduinya dan mereka akan bersama-samanya di dalam syurga kelak.
Banyakkan berselawat kepada baginda. Hanya baginda saja yang diberi keistimewaan untuk mengenali umat-umatnya sedangkan nabi-nabi lain gagal berbuat demikian. Berkat umat-umatnya yang bersungguh-sungguh menjaga tujuh anggota lahirnya (mata, telinga, perut, kemaluan, mulut, kaki dan tangan) dari berbuat maksiat dan mengamalkan sungguh-sungguh lima hukum (wajib, sunat, makruh, halal dan haram) yang telah Allah tetapkan. Hanya mereka-mereka ini sajalah yang akan bercahaya-cahaya di Padang Mahsyar kelak dan dipimpin oleh Rasulullah untuk menuju ke syurga.

Rancangan jahat kaum kuffar membakar al-Quran


KITA amat kesal dengan berita disiarkan media menyatakan tentera NATO terbabit dalam insiden membakar kitab suci al-Quran di Afghanistan. Walaupun pihak NATO mengatakan tentera terbabit tidak sengaja melakukan hal itu serta akan menyiasat terhadap pelakunya, ia jelas satu perbuatan menghina Islam.
Sebelum ini, peristiwa sama pernah terjadi di Florida, Amerika Syarikat yang mana pendeta Terry Jones membakar al-Quran kononnya sempena memperingati peristiwa 11 September 2001 di New York dengan menjadikannya sebagai ‘International Burn a Koran Day (Hari membakar al-Quran Antarabangsa). Kebetulan pula hari itu bertepatan dengan Hari Raya Aidil Fitri 1431 hijrah.
Selain itu, kita turut disajikan laporan tentera NATO kencing ke atas mayat orang Islam yang menjadi mangsa serangan mereka di medan peperangan.
Hal seperti ini sudah seperti menjadi misi tetap golongan kafir termasuk anggota tentera yang melakukan perbuatan terkutuk itu. Perbuatan dan kecenderungan golongan kafir menghina dan mempersenda Islam dinyatakan dengan jelas oleh Allah dalam al-Quran.
Firman Allah bermaksud: ” Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka) sesungguhnya petunjuk Allah (agama Islam) itulah petunjuk yang benar. Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi pengetahuan kepadamu (mengenai kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatu pun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepadamu.” (Surah al-Baqarah, ayat 120).
Oleh sebab itu, Rasulullah SAW ketika sudah berada di Madinah selepas berhijrah, pernah mengusir Bani Qainuqa’ dan Bani Nadir, kedua-duanya komuniti Yahudi yang selalu memusuhi Rasulullah.
Gambaran al-Quran itu dibuktikan secara ilmiah, bagaimana sikap Yahudi dan Nasrani terhadap kaum mukmin, sejak zaman Rasulullah hingga hari ini tidak pernah berubah memusuhi umat Islam. Mereka akan terus berusaha dengan segala cara, melakukan gerakan memurtadkan orang Islam di mana-mana khususnya di negara Islam.
Misi mereka melakukan apa yang disebut ‘Gold, Gospel dan Gloryus’ (menguasai ekonominya, menyebarkan agama dan menjajah). Inilah misi mereka secara tetap dan abadi seperti digambarkan al-Quran.
Seterusnya Allah SWT memberikan pedoman kepada kaum mukminin dengan sangat jelas dan tegas, agar tidak menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman kepercayaan. Kerana di hati mereka diselubungi permusuhan dan berusaha menjadikan kaum mukmin murtad dan masuk ke dalam agama mereka.
Firman Allah bermaksud: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yang menjadikan agama kamu sebagai ejek-ejekan dan permainan – dari orang-orang yang diberikan Kitab sebelum kamu, dan orang-orang kafir musyrik itu, menjadi penolong-penolong, dan bertakwalah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Surah al-Maidah, ayat 57).
Sebaliknya ramai orang Islam yang percaya kepada Yahudi dan Nasrani serta meminta pertolongan, perlindungan bahkan menyokong dan membela mereka. Inilah yang menyebabkan orang Islam ditimpa kehinaan lalu menjatuhkan maruah umat Islam.
Firman Allah SWT bermaksud : “Sesungguhnya penolong bagi kamu hanyalah Allah, dan Rasul-Nya, serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat, sedang mereka rukuk (tunduk menjunjung perintah Allah).” (Surah al-Ma’idah, ayat 55).
Inilah hukum yang bersifat tetap dan mutlak yang diberikan Allah kepada kaum muslimin dalam menghadapi rancangan konspirasi jahat kaum Yahudi dan Nasrani dalam sejarah umat manusia.
Firman Allah yang bermaksud: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yang bukan dari kalangan kamu menjadi ‘orang dalam’ (yang dipercayai). Mereka tidak akan berhenti-henti berusaha mendatangkan bencana kepada kamu. Mereka sukakan apa yang menyusahkan kamu. Sudah nyata (tanda) kebencian mereka pada pertuturan mulutnya, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sesungguhnya Kami jelaskan kepada kamu keterangan itu jika kamu (mahu) memahaminya.” (Surah al-Imran, ayat 118)

Gereja Katolik Jerman Bisnis Majalah Porno

majalah porno
Gereja Katolik di Jerman dilaporkan mendapatkan keuntungan miliaran euro dari penjualan ribuan buku porno berbagai judul. Umat Katolik Jerman telah berulangkali memprotes, tapi tidak ada perubahan.

Dilansir dari harian Jerman Die Welt, Jumat 28 Oktober 2011, keuntungan tersebut berasal dari perusahaan media terbesar Jerman, Weltbild. Perusahaan ini memproduksi buku, DVD, musik, dan yang terakhir, materi pornografi.

Tidak ada yang tahu siapa pemilik Weltbild sebelum laporan Buchreport mengatakan bahwa perusahaan dengan penjualan terbesar setelah Amazon ini dimiliki 100 persen oleh Gereja Katolik.
Perusahaan media ini membawahi Blue Panther Books yang khusus mencetak materi pornografi. Tercatat, sekitar 2.500 judul buku erotis terdapat pada katalog online mereka. Di antara judul-judulnya adalah Anwaltshure (Pengacara Pelacur), Vogelbar (Dapat Digagahi) dan Schlampen-Internat (Pelacur Asrama).
Tidak hanya perusahaan ini, Gereja Katolik Jerman juga dilaporkan memiliki 50 persen saham pada perusahaan percetakan Droemer Knaur, yang juga memproduksi majalah dewasa.

Saat ini, perusahaan Weltbild yang berbasis di Augsburd mempekerjaan sekitar 6.400 orang, dan menjadi salah satu perusahaan terbesar Jerman. Weltbild juga menguasai 20 persen pasar buku negara tersebut.
Keuntungan tahunannya juga fantastis, mencapai 1,7 miliar euro atau sekitar Rp21,1 triliun. Die Welt menuliskan bahwa keuntungan ini akan semakin bertambah jika Weltbild meneruskan menjual materi pornografi.

Beberapa komunitas Katolik yang mengetahui hal ini sejak lama, selama 10 terakhir telah berusaha memberitahu pihak gereja mengenai aktivitas perusahaan yang mereka miliki. Bahkan pada tahun 2008, kelompok ini mengirimkan 70 halaman dokumen berisikan bukti-bukti produksi pornograsi WeltBild kepada semua uskup di keuskupan Jerman.

Kelompok ini mengaku berang saat yang mereka terima adalah jawaban yang menurut mereka munafik. "Weltbild mencoba untuk menghindari distribusi konten pornografi," kata salah seorang juru bicara gereja.

Kamis, 19 April 2012

SERUAN BERJILBAB

Mau berjilbab atau tidak, itu kan hak saya. Tapi tubuh kita bukan hak kita. Status kita hanya di pinjamkan. Milik kita hanya roh yang di tiupkan kedalam jasad yang Allah pinjamkan. Bahkan roh itu sendiri berada dalam genggamanNya. Jika barang yang kita pinjamkan ke orang lain, kemudian orang tersebut merusaknya maka kita akan marah. Sama seperti Allah. Allah bebas melakukan apapun terhadap ciptaanNya. Jika amanah yang Dia berikan tidak di jaga dengan semestinya sesuai dengan perintahNya.

Sebab bagi Muslimah ia seakan berkata jilbabku adalah nilaiku, lambang kepatuhan kita kepada perintah Allah. Penilaian hakiki hanya dari Allah, akan terpuaskan kita akan penilaianNya. Karena kita adalah berlian mahal yang tidak mudah terjamah oleh sembarang orang dan bukan batu kerikil yang banyak bertebaran di jalan-jalan dan mudah di pegang.

Sebab jilbabku adalah nilaiku, lambang keshalihan, insyaAllah. Yang karenanya kita akan berusaha untuk meluruskan prilaku kita yang sebelumnya bengok. Yang karenanya, semoga kita mampu menghilangkan gaya hidup barat yang kini makin merajalela. Yang karenanya kita akan terlindungi dari segala keburukan yang di timbulkan akibat perbuatan kita sendiri (membuka aurat). Yang karenanya kita bisa menampilkan kenyamanan dalam berbusana (bukan pengekangan) sebagai contoh kepada mereka yang sinis terhadap jilbab

Rabu, 18 April 2012

Romantik itu Sunnah Rasulullah S.A.W :)

Sebut saja romantik, anak muda mula tertarik hati. Mungkin yang diketahui romantik sesama ‘couple’…No..No..No..ini romantik sesama pasangan suami isteri.. Apa lagi…Jom ramai-ramai kita pakat kahwin. Isy..Isy..best oo kahwin…kalau tak percaya..cubalah kahwin :) .
Rasulullah SAW adalah gedung segala sifat-sifat kesempurnaan yang sukar dicari tandingannya. Allah membimbing baginda dengan didikan-Nya yang terbaik. Sehingga Allah berfirman kepada baginda seraya memuji baginda di dalam surah al-Qalam ayat 4 bermaksud : “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.




Sifat-sifat yang sempurna inlah yang membuat jiwa manusia merasa dekat dengan Rasulullah SAW. Membuatkan hati mereka mencintai baginda. Menmpatkan baginda sebagai tumpuan hati. Bahkan berapa ramai yang dahulunya bersikap keras dengan Nabi SAW berubah menjadi lembut dan akhirnya masuk Islam setelah terpanah kemuliaan akhlak dan budinya baginda Nabi SAW.
Kemuliaan ini bukan sekadar lakonan di hadapan manusia. Namun dibuktikan oleh insan pendamping baginda. Meneliti satu persatu perbuatan, pertuturan dan lenggok gayanya. Mereka ialah serikandi rumahtangga baginda Nabi SAW. Sehinggakan kemuliaan akhlak seorang suami bernama Muhammad bin Abdullah tidak dapat digambarkan oleh Aisyah RA, lalu menisbahkan akhlaknya dengan akhlak kitab suci al-Quran.
Walaupun Rasulullah seorang panglima perang, pemimpin tertinggi umat Islam, namun di sisinya terdapat nilai kasih sayang dan jalan kisah yang cukup romantis antara baginda dan isteri-isterinya. Namun berapa banyak sunnah ini dilupakan lalu suami masakini menggambarkan dirinya bagaikan pemegang kuasa keluarga yang perlu sentiasa kelihatan bengis dan penuh egois.
Siapalah kita berbanding Rasulullah SAW yang jauh kedudukannya lebih mulia dari segala manusia. Namun atas tawaduk dan romantisnya baginda membuatkan umat yang membaca kisah cinta baginda bersama isterinya seolah sedang menghayati novel cinta romantik.
Diberitakan bahawa Rasulullah pernah bermandi air cinta bersama isterinya. Dalam Sahih Bukhari diriwayatkan bahawa  Aisyah berkata bahawa : “Aku sering mandi bersama Nabi Muhammad dari satu bekas air yang disebut al-faraq.” Perbuatan Nabi mandi bersama Aisyah tanpa sebarang tabir penghalang menunjukkan ianya satu sunnah. Terutamanya setelah melakukan hubungan intim sesama pasangan.
Romantik gaya Rasulullah SAW boleh diteladani. Walaupun hidup suami isteri masa kini sentiasa disibukkan dengan pekerjaan. Kita juga boleh mengambil sunnah-sunnah romantik Rasulullah SAW bermula dari sebelum keluar bekerja.
Sebagai contoh menghantar isteri ketika hendak keluar rumah seperti yang dilakukan oleh Nabi SAW kepada isterinya Shafiyyah binti Huyay sehinggakan Nabi SAW berkata “Jangan terburu-buru hingga aku mengiringimu (menemani sampai ke pintu)”. Hadis Bukhari dan Muslim. Bahkan Nabi SAW turut membantu isterinya menaiki kenderaan. Di dalam Sahih Bukhari dan Muslim menceritakan bahawa “Nabi Muhammad SAW duduk di sisi unta baginda. Kemudian baginda menekukkan lututnya. Lalu isteri baginda Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut Nabi Muhammad SAW hingga naik atas unta”. Bukankah ini sesuai dipraktikkan dengan membuka pintu kepada isteri seperti zaman memikat isteri dahulu. Ataupun sekali sekala membonceng isteri di belakang seperti dalam riwayat Bukhari yang menyatakan Anas bin Malik menceritakan bahawa ketika pulang dari perang Khaibar salah seorang isteri Rasulullah membonceng di belakangnya.
Apabila waktu cuti hujung minggu atau di malam hari, bawalah isteri bersiar-siar. Ini bukanlah sekadar tips dari seorang pakar motivasi. Namun ianya merupakan suatu sunnah romantis Nabi SAW bersama isterinya. Diberitakan dalam Sahih Bukhari dan Muslim bahawa “Rasulullah apabila datang waktu malam, baginda berjalan bersama Aisyah dan berbincang-bincang dengannya”. Malah apabila baginda ingin keluar baginda akan mengundi siapa yang akan menemaninya untuk keluar bersama. Malah Rasulullah juga membawa Aisyah untuk makan bersama di luar. Sehinggakan suatu ketika Nabi pernah menolak pelawaan jirannya yang berbangsa Parsi untuk makan di rumah mereka sekiranya isterinya Aisyah RA tidak turut diundang bersama. (Hadis riwayat Muslim) Untuk menambahkan romantis terhadap isteri, disarankan suami menyuap sendiri makanan ke mulut isterinya. Sepertimana dalam sahih Bukhari dan Muslim sabda Nabi SAW : “Sesungguhnya apapun yang kamu nafkahkan, maka hal itu adalah sedekah hingga suapan yang kamu suapkan ke mulut isterimu.” Walaupun hadis ini berkisar tentang pemberian nafkah, namun bukankah menjalin ikatan romantik antara suami isteri itu satu tuntutan.
Romantik sesama suami isteri ini semakin malu untuk diamalkan. Mungkin bagi yang sudah lama berkahwin akan bertambah rasa jelik bermadu kasih dengan isterinya. Namun jika diteliti, sebenarnya sikap romantis ini adalah datang dari Nabi SAW. Sayang apabila kita lebih malu mengamalkan sunnah romantis sesudah berkahwin sedangkan kita tanpa segan silu melakukannya sebelum ianya dihalalkan.
Sebenarnya, gambaran seorang suami yang garang dan bengis bukanlah suatu yang datangnya dari agama. Nabi SAW tidak mendidik para isteri untuk takut kepadanya. Namun didikan sebagai pemimpin rumahtangga yang hebat membuatkan rasa takut itu bertukar menjadi lebih menghormati. Nikmat suasana percintaan itu lebih dihargai apabila suami turut meluang masa bergurau senda dan bermesra seakan-akan baru sehari diijabkabulkan.
Belaian terhadap isteri dapat memupuk kasih antara sesama pasangan. Nabi SAW dalam satu riwayat Ahmad berkata bahawa “ Rasulullah tidaklah setiap hari melainkan baginda selalu mengunjungi isteri-isterinya seorang demi seorang. Rasulullah menghampiri dan membelai mereka secara bergantian”. Adakalanya romantisnya Nabi SAW sehinggakan beliau sengaja bermanja dengan menyandarkan kepalanya kepangkuan isterinya sepertimana yang dipertuturkan Aisyah RA dalam Sahih Bukhari bahawa “Nabi SAW membaca al-Quran (mengulang hafalan) dan kepalanya berada di pangkuanku sedangkan aku dalam keadaan haid”. Bahkan amalan ini berlarutan sehingga detik-detik akhir hayat Rasulullah SAW. Aisyah berkata “ Ketika maut menghampiri Rasulullah SAW, kepala baginda berada diatas pahaku.”Ada suatu hari ketika Aisyah sedang asyik menyaksikan kanak-kanak bermain bersama ibu mereka, datang baginda Nabi SAW mengangkat Aisyah. Lalu baginda mendukung Aisyah di belakang beliau. Aisyah menuturkan bahawa : “Baginda mendirikanku di belakang dan pipiku di atas pipi baginda. Ku letakkan bahuku di atas bahu Rasulullah SAW”. (Bukhari dan Muslim). Begitu juga isteri Nabi SAW sentiasa mendapat kucupan mesra daripada Nabi SAW ketika ingin pergi ke masjid.
Rasulullah bukan seorang yang kaku dan keras. Ia juga seorang manusia yang mempunyai emosi tersendiri. Pemergian baginda telah membuatkan kehangatan rasa rindu di kalangan isterinya. Dikala isteri kesunyian, hadirnya mengungkap keriangan. Sewaktu isteri dalam kedukaan, baginda bukanlah sekadar pemerhati. Namun baginda juga sebagai ubat kedukaan dan kesakitan. Diriwayatkan dari Aisyah bahawa : Nabi Muhammad SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Baginda akan menjadi orang yang sangat lembut dan paling banyak menemani ketika isterinya sakit.” (Bukhari dan Muslim) Hadirnya Nabi SAW mengubat hati para isteri.
Baginda paling banyak bergurau senda bersama isterinya. Suatu hari datang Saodah (salah seorang isteri Nabi SAW) kerumah Aisyah. Lalu Nabi SAW duduk diantara Aisyah dan Saodah dan meletakkan kaki beliau diatas pangkuan mereka. Ketika Aisyah menjemput Saodah makan, ia menolaknya kerana tidak berselera. Lalu Aisyah berkata : “(Demi Allah), makanlah atau aku akan mengotori wajahmu”. Saodah menolak dengan berkata : Aku tidak akan memakannya”.Lalu Aisyah mengambil makanan dan disapukan ke wajah Saodah. Rasulullah SAW tertawa. Kemudian Rasulullah menyuruh Saodah membalas semula dengan mengotori wajah Aisyah. Setelah Saodah mengotori wajah Aisyah, Rasulullah terus tertawa. (an-Nasai’e, Ibn Abi Dunya) Kisah ini merupakan senda gurau Nabi SAW bersama isteri-isterinya. Pernah juga Rasulullah memujuk Aisyah untuk menghilangkan marahnya dengan sengaja memegang hidung Aisyah seperti dalam riwayat Ibnu Sunni.
Begitu romantisnya rumahtangga Rasulullah SAW. Mungkin inilah rahsia cinta sejati yang kekal ke akhir hayat Nabi SAW. Beramah mesra, bergurau senda, belaian dan sentuhan. Sehinggalah ayat-ayat cinta terukir dari bibir seorang Nabi dengan memanggil panggilan manja terhadap isterinya. Suara indah memanggil “Ya Humaira” kepada Aisyah yang bermaksud “Wahai si putih kemerah-merahan atau Mawar merah”. Membuatkan ikatan itu lebih intim. Adakalanya Nabi SAW memanggil Aisyah dengan singkatan manja “Ya Aisy” yang bermaksud kehidupan ketika mana beliau menyampaikan salam daripada Malaikat Jibril untuk Aisyah RA. Dengan membuang huruf terakhir itu menunjukkan besarnya rasa cinta, kemanjaan dan kesayangan yang ditonjolkan dari Nabi SAW.
Sesungguhnya bersikap romantis sesama isteri itu adalah sunnah Nabi SAW. Kita berharap dengan sunnah ini dapat memupuk ikatan yang lebih erat antara sesama pasangan. Bukanlah sunnah ini suatu yang perlu dimalukan untuk diamalkan. Kepada suami, ayuh mengikut petunjuk Nabi dalam berkasih sayang sesama isteri. Andai isteri berasa pelik dari mana datangnya sikap romantis seorang suami. Adakah suami baru sahaja selesai menamatkan buku novel cinta Romeo dan Juliet. Jawablah dengan manja. Romantis ini bukan dari novel biasa, namun romantis ini datangnya daripada hadis Nabi SAW.

Senin, 16 April 2012

MENCARI KEBENARAN – ADAKAH JESUS TUHAN MENURUT BIBLE?

  
Pendahuluan
Fitrah beragama merupakan sesuatu keperluan yg Allah hadirkan ke dalam hati setiap hambaNya yg bergelar manusia. Nikmat Islam bukanlah sesuatu yg bersifat mutlak ke atas setiap insan yg dilahirkan dalam kalangan keluarga yg beragama Islam. Bagi mereka yg dilahirkan dalam kalangan keluarga yg bukan Islam, kekafiran bukanlah sesuatu yg mutlak kepada mereka hingga akhir hayat.
Di atas dasar inilah kita dapat lihat bahawa ada org2 yg dilahirkan dalam kalangan keluarga Islam hanya Islam pada nama tidak pada iktikad, lisan mahupun perbuatan mereka. Pada masa yg sama mereka yg kafir pula dianugerahkan hidayah di atas kesungguhan mereka mencari kebenaran. Sesungguhnya Allah lah sebaik2 perancang.

Sinopsis
Kisah ini merupakan satu bentuk pencerahan bagi membuktikan kebatilan agama Kristian dan kebenaran agama Islam sebagai agama yang diredhai Allah. Usaha bagi membuktikan kebatilan agama Kristian memerlukan hujah-hujah yg dipetik sendiri dari kitab-kitab bible dan pecerahan yang terkandung di dalam Al-Quran.
Barack dan Obama merupakan dua penganut Kristian yg ingin merungkai persoalan ketuhanan antara agama mereka, Kristian dan agama Islam.
Kesedaran ini lahir daripada pemerhatian terhadap beberapa persamaan antara ajaran Kristian dan Islam seperti kewujudan Nabi Allah Isa, peristiwa penciptaan Adam dan Hawa, kisah Nabi Nuh dan lain-lain lagi. Keinginan ini membawa mereka untuk bertemu Ustaz Hussien, seorang pendakwah yg menguasai kandungan Bible dan Al-Quran.
 
Barack : Ustaz, tujuan kami berdua datang menemui ustaz pada hari ini ialah untuk berdiskusi dengan ustaz berhubung konsep ketuhanan antara agama kami, Kristian dan agama ustaz, Islam. Kami mendapati terdapat beberapa persamaan antara agama kita berdua namun banyak juga perbezaan dari konteks ketuhanan dan pengamalan hukum hakam. Sesuatu yg menarik untuk kami selidiki. Di harap ustaz dapat membantu kami.
Ustaz Hussein : Owh, saya senang hati menerima kehadiran kamu berdua. InsyaALLAH saya akan cuba sedaya upaya membantu kamu.  
Obama : Terima kasih. Boleh ustaz terangkan mengapa ustaz menganggap Islam merupakan agama yg benar, manakala agama kami batil ?
Ustaz Hussien : Adakah kamu berdua benar-benar yakin bahawa Kristian merupakan agama suci yang benar ?
Barack : Ya, itulah keyakinan kami sejak dari kecil lagi.
Ustaz Hussien : Suci bermaksud bersih dari sebarang kesalahan-kesalahan.
Obama : Ya ! Tetapi kesalahan macam mana itu ustaz ?
Ustaz Hussein : Sebagai contoh… Ada 2 org yang bercakap mengenai seseorang individu yg dipanggil si A. Org pertama menyatakan bahawa si A mempunyai 3 orang anak lelaki. Org kedua pula menyatakan bahawa si A mempunyai 10 org anak lelaki. Bolehkah kita menyatakan bahawa kedua-dua kenyataan itu benar ?
Barack : Mustahil, tentu ada salah seorang yg berkata benar atau kedua-dua kenyataan itu salah berhubung si A.
Ustaz Hussein : Andai kata ada suatu kitab suci, namun ayat-ayat di dalamnya saling berlaku perselisihan maksud, bolehkan kita menyatakan bahawa kitab itu suci ?
Obama : Tentu tidak. Kesuciannya terbatal.
Ustaz Hussein : Kalau saya katakan bahawa ayat-ayat di dalam Bible saling bercanggah antara satu sama lain, adakah saudara berdua masih meyakini kebenarannya ?
Barack : Mustahil, Bible merupakan sebuah kitab yg suci. Mampukah ustaz membenarkan kata-kata itu ?
Ustaz Hussein : InsyaALLAH, ayuh kita mulakan dengan siapa sebenarnya Jesus atau Nabi Isa a.s.  Adakah benar Jesus tuhan seperti yg saudara berdua imani. Bolehkah saudara menyatakan dalil yg membenarkan keimanan saudara itu ?
Obama : Boleh, lihatlah Bible Matius, fasal 3 ayat 17 yg menyebut “Inilah anakKu yg Ku kasihi, kepadanya Aku berkenan.”. Di dalam Bible Lukas pula, fasal 4, ayat 41 menyebut bahawa “Jesus itu anak Allah.”
Ustaz Hussein : Kalau begitu, cuba saudara baca Bible Matius, fasal 5, ayat 9.
Barack : “ Berbahagialah segala org yg mendamaikan org, kerana mereka itu akan di sebut anak-anak Allah.”
Ustaz Hussein : Kalau begitu, sesiapa yg mendamaikan perselisihan manusia merupakan anak-anak Allah. Bukan Jesus sahaja.
Obama : Sebentar ustaz, di dalam Bible Yahya, fasal 14 ayat 9 menyebut “ Sesiapa yg sudah nampak Aku, ia sudah nampak bapa.” Ayat 10 pula menyebut “ Tidakkah kau pecaya Aku ini di dalam bapa, dan bapa di dalam Aku. ”
Ustaz Hussein : Baik, dengan menggunakan bible yg sama sila baca fasal 17, ayat 23.
Barack : “ Aku di dalam mereka itu, dan engkau di dalam Aku; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.
Ustaz Hussein : Kata ‘ mereka ’ di sini sebenarnya merujuk kepada para sahabat Jesus. Sedangkan yg dimaksudkan ‘ Aku ’ ialah Allah. Jadi kata ‘ Aku ’ beserta ‘ mereka ’ bererti tuhan beserta sahabat-sahabat Jesus. Kalau saudara mempercayai bahawa Jesus bersatu dengan Allah maka saudara perlu juga percaya bahawa Allah bersatu dengan para sahabat Jesus seramai 12 org. Jadi bukan sahaja Jesus dan Roh Kudus sahaja yg bersatu dengan Allah, harus di tambah 12 org lagi.
Obama : Tunggu dahulu ustaz. Ini benar-benar membingungkan kami.
Ustaz Hussein : Tentu saudara akan lebih bingung lagi dengan ayat seterusnya. Sila baca Bible Yahya fasal 17, ayat 3.
Barack : “ Inilah hidup yg kekal, iaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Esa dan Jesus yang telah engkau suruhkan itu. ”
Ustaz Hussein : Tuhan Yang Esa bererti satu. Dan ayat ini juga menyebut bahawa Jesus itu persuruh Allah. Jadi bagai mana bible yg saudara yakini kesuciannya boleh saling bercanggah antara satu sama lain.
Obama : Namun semua ini dipetik dari Perjanjian Lama. Bagaimana pula dengan Perjanjian Baru ?
Ustaz Hussein : Di dalam Perjanjian Baru, sila baca Bible Markus, fasal 12, ayat 29.
Barack : “ Maka jawab Jesus kepadanya. Hukum yg terutama ialah: Dengarlah olehmu wahai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yg satu. ”   
Ustaz Hussein : Dalam Perjanjian Lama pula, sila baca Bible Ulangan, fasal 6, ayat 4.
Obama : “ Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita. Hua itu Esa adanya. ”
Ustaz Hussein : Dalam bible ada ayat menyebut Tuhan itu satu, tetapi di dalam ayat lain pula menyebut Tuhan itu 3 menjadi 1. Saya ingin bertanya, yg mana di antara kedua ayat itu yg benar ? Kalau salah satu salah atau kedua-duanya salah, maka itu bukan lagi kitab suci namanya.
KEBENARAN AKHIRNYA TERSERLAH MENENGGELAMKAN KEGELAPAN KEJAHILAN
*************************************************************************************
“ Dan orang-orang Yahudi berkata: “Uzair adalah anak Allah.” Dan orang-orang Nasrani pula berkata: “Al-Masih (Nabi Isa a.s.) ialah anak Allah.” Demikian perkataan mereka dengan mulut mereka sendiri, (iaitu) mereka menyamai perkataan orang-orang kafir terdahulu; semoga Allah binasakan mereka. Bagaimanakah mereka boleh berpaling dari kebenaran ?
(Surah Al-Taubah, ayat 30)
 
>> Satu bentuk serangan permurtadan yg dilaksanakan oleh para mubaligh Kristian kini bukan lagi pada peneguhan akidah mereka yg ternyata batil itu tetapi menerusi kerja-kerja kebajikan… <<
Bersatulah para pejuang agama. Hentikanlah pertelingkahan perkara-perkara furu’ yg tidak ada kesudahannya (Sedangkan masing-masing mempunyai dalil sahih dari Al-Quran dan As Sunnah utk membenarkan hujah mereka).
Pertahankan usul akidah para penganut agama ini. Itu lebih utama !!!
Bersatu kita semua di atas teras aqidah yang sama bagi membela kesucian Islam.

Daftar Istilah
Allah – Allāh (Arab: الله, Allaah) adalah kata dalam bahasa Arab yang merujuk pada nama Tuhan. Perkataan tuhan dalam bahasa Arab adalah Ilah sebagaiman dalam dua kalimah syahadah Islam. Kata Allah ini lebih banyak dikenal sebagai sebutan tuhan oleh penganut agama Islam. Kata ini sendiri dalam kalangan para penutur bahasa Arab, adalah kata yang umum untuk menyebut tuhan
Perkara Usul -  Perkara-perkara usul adalah perkara-perkara asas dalam agama yang tidak boleh berlaku padanya perselisihan pendapat. Contoh mudah bagi perkara yang tergolong dalam kategori  usul adalah seperti keimanan kepada Allah, Kitab dan Rasul (Rukun Iman) serta kewajipan solat, puasa dan zakat (Rukun Islam). Mengingkari perkara-perkara usul boleh mengakibatkan seseorang itu jatuh kepada kekufuran.
Perkara Furu’ –  Perkara furu’ dalam agama pula adalah perkara ‘cabang’ yang melengkapi perkara usul. Contohnya, kewajipan menunaikan solat adalah perkara usul yang mana tidak boleh diperselisihkan. Walaubagaimanapun, cara perlaksanaan solat adalah perkara furu’ di mana para ulama’ berselisih pendapat tentangnya. Misalnya, membaca Surah Al-Fatihah dalam solat. Jumhur fuqaha’ berpendapat bahawa membaca Al-Fatihah wajib dalam setiap solat dan tanpanya solat tidak sah. Tetapi Mazhab Hanafi berpendapat bahawa membaca Al-Fatihah itu wajib tetapi bukanlah suatu kemestian sebaliknya memadai dengan bacaan mana-mana ayat daripada Al-Quran dan tidak membaca Al-Fatihah tidak menjadikan solat seseorang itu batal sebaliknya solat tersebut tidak sempurna dan makruh.
Perjanjian Lama – Perjanjian Lama (bahasa Inggeris: Old Testament atau OT) dalam agama Kristian adalah kitab suci yang pertama dalam dua bahagian kitab suci agama Kristian (satu lagi adalah Perjanjian Baru). Perjanjian Lama berkait dengan kitab suci agama Yahudi Tanakh dengan beberapa variasi dan tambahan. Dalam agama Kristian Ortodoks, teks yang sama dikenali sebagai Septuagint yang diterjemahkan dari bahasa Greek.
Perjanjian Baru – Kitab Perjanjian Baru (PB), adalah bagian dari Al kitab Kristian yang ditulis setelah kelahiran Jesus Christ. Kata “Perjanjian Baru” merupakan terjemahan dari bahasa Latin, Novum Testamentum, yang merupakan terjemahan Yunani: Umat Kristian awal berpendapat bahwa kitab ini merupakan penggenapan isi nubuat yang ada di Alkitab yang sudah ada dan kemudian diberi nama Perjanjian Lama.